Rabu, 24 September 2014

mapala graminea tracking di halau-halau gunung tertinggi di kalsel




PENDAKIAN
 17 AGUSTUS 2014
Puncak halau-halau 17 agustus 2014
SALAM LESTARI....!!!


Puncak halau-halau 17 agustus 2014
Gunung halau-halau adalah gunung tertinggi di kalimantan selatan (1901 MDPL), di atas puncak ini kami dapat menikmati keindahan alam , kota-kota yang besar menjadi sangat kecil hingga dapat di ukur dengan jari-jari tangan. Di puncak halau-halau udara sangat sejuk, alam yang bersahabat  saat itu membuat mata kami terpana oleh pemandanganya yang asri..



(1)

‘’MAPALA GRAMINEA”

Memang tak mudah untuk menggapai ini, berbagai rintangan kami hadapi, semangat, doa, fisik,mental serta persiapan yang matang sebelum berangkat lah bekal kami sampai di gunung tertinggi di kalsel ini.
 Rasa lelah akan terbayar apabila sampai di puncaknya, sungguh pemandangan yang luar biasa...
 Puncak
Kami utusan dari “mapala graminea” dan pecinta alam lainnya,memulai perjalanan  dari sebuah desa terpencil, lumayan jauh dari perkotaan.desa ini masih memegang erat  adat dan istiadatnya, orang di desa qiu juga ramah-tamah terhadap tamu, bahkan di sini mempunyai rumah balai yang di khususkan untuk tamu yang ingin beristirahat
 Di desa  qiu
(2)
Kami mulai berjalan menuju puncak,

sekitar 15 menit di perjalanan dari desa qiu, kami sudah mulai menanjak pada medan jalan yang juram, dengan membawa carrier yang berisikan peralatan dan bahan makanan,lumayan berat untuk bobot tubuh kami yang beperawakan kecil, tapi logistik cukup untuk kami bertahan hidup beberapa hari di dalam hutan




Air keringat mulai menumpuk di baju kami, Namun rasa letih masih belum terasa , itu semua karena pemandangan di sisi jalan yang menghiasi pendakian kami.
perjalanan menuju sungai karuh
Dari desa qiu menuju puncak gunung halau-halau di perkirakan memakan waktu  hampir 10 jam, selama perjalanan kami sering mengistirahatkan diri setiap 30 menit perjalanan.  Jalan yang naik – turun menempatkan kami pada berbagai macam pemandangan, misalnya ; sungai, lembah,bukit dan gunung-gunung. Suara hewan yang ada di habitat itu merupakan suara hiburan tersendiri bagi kami. ‘’sebagai seorang pecinta alam, kita tidak bisa menaklukkan alam itu melainkan memahaminya’’.     

di sungai karuh
 Hari itu kami tidak langsung menuju puncak halau-halau, melainkan ‘kami’anggota Graminea memutuskan untuk bermalam di gunung ‘’sungai karuh’’.  Selain kami,  banyak juga komunitas pecinta alam lainya yang bermalam di tempat ini.
Kurang lebih 5 jam perjalanan dari desa qiu sampai ‘’sungai karuh’’ membuat nafas kami  ngos-ngos’an
‘’Tanjakan dan turunan di perjalanan cukup melelahkan kami hari ini’’

v
Ada dua tenda yang kami dirikan di sungai karuh ini sebagai perlindungan dari hujan dan ftbinatang kecil pengganggu. Setelah itu kami mulai memasak dan membersihkan diri,
‘’Pendakian yang paling baik adalah pendakian berkelompok  dari pada perorangan’’

“Seorang pendaki gunung harus pintar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya’’

NEXT DAY...!!!

Up-Down Arrow: BIARKAN BUMI KAMI TETAP LESTARI 


Pagi itu, matahari mulai terbit
Kami sudah terjaga dan siap packing peralatan, seperti tenda,nesting dan peralatan lainya.
Kami mengisi air kedalam botol masing-masing untuk siap melanjutkan perjalanan pendakian puncak halau-halau, sebelum berangkat tak lupa kami melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk meregangkan otot-otot agar  tidak terjadi kram di saat perjalanan..


Dari sungai karuh menuju puncak halau-halau, memakan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan porsi langkah kaki kami jika banyak megistirahatkan diri, waktu tercepat yang dapat kami bisa adalah 4 jam jika kecepatan kami maksimal, walaupun hari itu matahari sangat terik, namun di perjalanan menuju puncak hanya hawa sejuk lah yang kami rasakan, di sepanjang jalan menuju puncak banyak pohon-pohon tinggi yang menyelimuti pemandangan kami


Sekarang kami tiba di“penyaungan”
“Penyaungan” adalah tempat mata air terakhir, sebelum sampai di puncak gunung halau-halau

   
        hahahahahaha
Deras air yang keluar dari sela tanah dan batu hampir sama deras nya air kencing anak kecil umur 10 tahun





Nyatanya begitu !




Namun di balik itu semua “syukur lah yang kami panjatkan kepada tuhan, saat mengisi air di pancuran ke dalam botol aqua  plastik yang kosong” melajarkan kepada kami akan selalu ingat pengorbanan orang tua yang betapa sulit dan begitu sabarnya beliau mengongkosi dan membimbing kita hingga kita menjadi seseorang yang bermanfaat di bumi ini. Sadar saja, walau sedikit air yang masuk kedalam botol
Tetes demi tetes akhirnya botol air aqua pun penuh juga dengan air yang bersih dan siap minum.
Seperti itulah halnya orang tua dengan kesabarannya membimbing memberikan pengorbanan jasmani dan rohani hanya supaya anaknya menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negaranya.


Kami hampir tiba di puncak
Sekitar 1,5 jam lagi dari penyaungan bawah tempat kami mengisi air tadi.
Sering kami berpapasan dengan mapala lain dan saling kejar-kejar’an menuju puncak , adrenaline kami di uji rasa bersaing untuk cepat sampai ketujuan pun terasa,,
“Wajar saja muncul rasa bersaing untuk cepat sampai kepuncak”..!
Pasalnya tanah yang ada di puncak hanya  kurang-lebih selebar lapangan futsal,sedangkan orang yang ingin bermalam dan mendirikan tenda disana sangatlah banyak.


                                                                    MAPALA
                                                                    GRAMINEA
                                                                   KITA
                                                                  JAYALAH
                                                                   SELALU




                                               ALAM INI TITIPAN DARI TUHAN
                                 DAN
                                       TITIPAN ITU HARUS DI JAGA DENGAN BAIK

 

kAMI DI PUNCAK    

 FINALLY....!!!
Akhirnya,,
Tepat jam 15:56 hari sabtu,
16 agustus 2014

mapala graminea dan organisasi mapala lainya




Lestarikan alam kita jayalah slalu
 

Anggota keluarga pacinta alam di puncak halau-halau


 upacara bendera merah-putih di puncak halau-halau
Pagi, jam 9 pagi, hari minggu, 17 agustus 2014 di “puncak  halau-halau”
Kami semua pacinta alam diatas gunung tertinggi di kalimantan selatan ini ‘’gunung halau-halau’’ mengalunkan lagu dengan tegas yaitu lagu  kebangsaan indonesia raya.


Kami bermalam dipuncak menantikan tanggal 17 agustus 2014

Hi...dup...lah... indonesia raya...


Setelah melaksanakan kegiatan apel bendera merah - putih di puncak halau-halau   1901 (mdPl), kami bergegas pulang , kami mulai packing semua peralatan,bahan logistik dan sampah-sampah yang ada di sekitaran kami. Sampah itu adalah hasil sisa dari logistik kami.

Setelah semua di packing, kami mulai mengambil foto-foto dari atas puncak bersama anggota pacinta alam lainnya, moment seperti ini hanya ada setiap 1 tahun sekali di tempat ini di tgl 17 agustus’an.
Perjalanan pulang kami langsung menuju desa qiu dan kami menginap lagi di balai desa qiu.dari desa qiu kami pulang menuju rumah.






           Penulis,
Muamar akbar
Anggota muda mapala graminea
Faperta unlam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar